Feeds:
Pos
Komentar

Milad

Tuhanku, di penghujung malam ini saat aku duduk sambil menekan tombol-tombol keyboard adalah detik-detik yang cukup mendebarkan dan menggelisahkanku. Engkau tahu bahwa besok usiaku memasuki 41 tahun. Aku tidak bergembira apalagi merayakannya, karena memang mestinya aku sedih telah melewatkan masa muda tanpa selembar catatan prestasi. Suara Jangkrik yang sekali kali terdengar pada malam yang gersang ini adalah saksi bagaimana hamba-Mu sedang meratapi masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan.

Tuhanku, pada malam ini ku pikir aku harus mengeluhkan sedikit derita dan peristiwa-peristwa getir yang merundung diriku, saudara-saudaraku, ibuku, ayahku dan keluargaku, tapi ngak semua aku keluhkan Yaaa Tuhanku karena Engkau lebih tahu apa yang terjadi, karena di dalam altar wujud-Mu semua partikel, termasuk aku, bersemayam.

Tuhanku, Engkau tahu dan dengar rintihan doa dan munajat yang meluncur dari bibir ibu dan ayahku sewaktu mereka ada di dunia ini. Engkau juga pasti merekam lantunan ayat-ayat-Mu yang terus dipancarkan dari bibir ibu dan ayahku pada setiap malam saat menggelar sajadah tahajud. Betapa hambamu yang saleh dan sholeha itu sangat mendambakan mukjizatMu untuk segera mengganti kesedihan-kesedihan anak-anak dan keluarganya dengan senyum bahagia.

Tuhanku, betatapapun kami, bukanlah orang-orang yang sangat bertakwa, namun Engkau tahu bahwa shalawat kepada nabi terbesar-Mu dan keluarganya selalu menjadi buah bibir kami. kakak dan Adik-adikku, terutama adik2 ku terlalu berharga dan terlalu muda untuk terkuras pikiran, perasaan dan waktunya menghadapi gelombang fitnah dan praduga salah akibat silau oleh gemerlap simbol kejernihan yang membungkus keculasan dan kezaliman yang menggulita. Engkau tahu, kebanyakan orang, bahkan yang semestinya berpikiran jernih, terlalu berat untuk mau melakukan klarifikasi atau sekadar mengambil sikap menimbang. Apa mau dikata, mereka tidak seperti Engkau. Engkau dengan mata-Mu yang mampu menembus segala ruang dan waktu, tahu bahwa kemanusiaan yang dicincang dan ada suara mazlum yang dibungkam. Lebih memilukan lagi, banyak mata yang berusaha pejam dan hati berlagak mati manakala harus menunjukkan sikap.

Apa yang mesti dilakukan? Beri aku isyarat agar aku tidak kebingunan mengambil langkah? Kau bisa mengirimkannya melalui mimpi atau lainnya. Harus kuakui makin hari, bongkah beban itu makin berat menyumbat rongga dada, bahkan smp menghunjam ulu hatiku, Meski akal sehat mampu membedakan mana bunga kesturi mana bunga bangkai. Tapi, apa mau dikata, alih-alih mendapat simpati malah dihukum oleh opini umum, dipandang dengan sinis bagai orkestra kolosal, mengucilkan bahkan enggan tuk menyapa.
Di milad ku ini, aku ingin Engkau berilah aku sebersit kebahagiaan dan berikankanlah juga kepada keluarga ku yang –demi ZatMu, Menjelang fase tua ini, aku mohon Engkau kabul kan lah munajatku ini

Jakarta, 27 july 2012

Iklan

PESIMIS……..?

Suatu saat, seorang peneliti melakukan percobaan dengan ikan untuk mengetahui apakah hewan berdarah dingin tersebut bisa kehilangan kepercayaan.

Sebuah kotak yang tidak terlalu besar diisi air. Kemudian, ditengah kotak tersebut diberi pembatas sebuah kaca bening. Di salah satu sisi dimasukan ikan yang relatif besar dan sangat kelaparan. Sedangkan di sisi lainnya, dimasukan beberapa ekor ikan kecil yang cukup untuk dimakan oleh si ikan besar.

Melihat hadirnya ikan-ikan kecil yang biasa menjadi mangsanya itu, ikan besar langsung menjadi beringas. Dengan penuh semangat ia berenang ke arah ikan-ikan kecil berada. Apa yang terjadi? kita semua sudah dapat menduganya. Setiap kali Ikan besar berenang menghampiri mangsanya, setiap kali itu pula dia menabrak dinding kaca pembatas.

Rasa lapar yang amat sangat memaksanya untuk terus mencoba, sampai akhirnya dia menghentikan usahanya yang sia-sia tersebut. Dan… menyerahlah si Ikan besar.

Percobaan dilanjutkan, kali ini kaca pembatas yang ada di tengah-tengah kotak air tersebut diambil. Sekarang apa yang yang terjadi?

Ajaib! Dengan leluasa ikan-ikan kecil dapat berenang, bahkan sampai mendekati dan menyentuh sirip atau insang ikan besar yang tetap diam dan tak bergerak sedikitpun. Bisa saja sebenarnya si Ikan besar melahap Ikan-ikan kecil, tapi ia diam saja.

Ikan besar telah menyerah, pasrah dengan asumsi bahwa sekarang bukan saatnya untuk menyantap mangsa walaupun sebenarnya dia mempunyai kesempatan.

Kisah ini ada persamaannya dengan kita saat menjalankan pekerjaan sehari-hari. Banyak orang yang mempunyai kesempatan, namun selalu berpikir bahwa rintangannya terlalu banyak dan tidak mungkin dapat teratasi.

Di sisi lain dia juga tidak berbuat apapun untuk mengatasinya sehingga menghasilkan sikap peduli amat (I don’t care), sama seperti Ikan besar dalam cerita di atas yang akhirnya akhirnya menyerah, pasrah.

Manusia pesimistis, seperti si ikan besar, sering membiarkan kesempatan berlalu begitu saja. Banyak hal sebenarnya yang dapat anda lakukan agar pekerjaan menjadi lebih menarik, menantang dan memuaskan. Anda juga dapat menganalisa metode-metode atau teknik-teknik apa yang cocok untuk meningkatkan hasil kerja anda. Sejuta cara dapat kita coba dan lakukan terus untuk mencapai target kita. Jauh lebih memuaskan daripada sekedar mengkritik tanpa sedikitpun melakukan tindakan positif.

Sejatinya, kanker bukanlah penyakit baru. Di era kejayaan peradaban Islam, para dokter Muslim telah mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit kanker. Tak hanya itu, dokter Muslim, seperti Ibnu Sina dan al-Baitar pun telah menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit yang mematikan itu.

Adalah al-Baitar, seorang ilmuwan Muslim abad ke-12 M yang berhasil menemukan ramuan herbal untuk meng obati kanker bernama Hindiba. Ramuan Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu mengandung zat antikanker yang juga bisa menyembuhkan tumor dan ganguan-gangguan neoplastic.

Kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam karyanya Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Muslim Heritage, telah membuktikan khasiat dan kebenaran ramuan herbal Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu. Ia dan sejumlah dokter lainnya telah melakukan pengujian secara ilmiah dan bahkan telah mempatenkan Hindiba yang ditemukan al-Baitar.

Menurut Prof Nil Sari, Hindiba telah dikenal para ahli pengobatan (pharmacologis) Muslim, serta herbalis di dunia Islam. Umat Muslim telah menggunakan ramuan untuk menyembuhkan kanker jauh sebelum dokter di dunia Barat menemukannya, ungkap Prof Nil Sari.

Setelah melakukan pengujian secara ilmiah, Prof Nil Sari menyimpulkan bahwa, Hindiba memiliki kekuatan untuk mengobati berbagai penyakit. Hindiba dapat membersihkan hambatan yang terdapat pada saluran-saluran kecil di dalam tubuh, khususnya dalam sistem pencernaan. Tapi domain yang paling spektakuler adalah kekuatannya yang dapat menyembuhkan tumor ungkapnya.

Untuk melacak khasiat dan ramuan Hindiba, Prof Nil Sari pun melakukan penelitian terhadap literatur pengobatan masa lalu. Ia melacak dua masterpiece ilmuwan Muslim, yakni Ibnu Sina lewat Canon of Medicine serta ensiklopedia tanaman yang ditulis al-Baitar.

Ketika kami melihat teks lama secara lebih dekat, kami melihat adanya kebenaran yang sedikit sekali kami ketahui tentang ramuan tanaman (herbal) di masa lalu,ungkapnya. Dalam teks peninggalan kejayaan Islam itu dijelaskan bahwa Hindiba dan berbagai jenis herbal lainnya dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni herbal yang diolah dan herbal yang tak diolah.

Menurut teks pengobatan kuno, keampuhan pengobatan kanker dengan menggunakan Hindiba didasarkan atas pertimbangan teoritis pengobatan, yakni efek obat-obatan medis beroperasi sesuai dengan sifat dari konstituen. Menurut Prof Nil, konstituen yang dihasilkan dari dekomposisi akan memiliki efek yang disebut energi. Potensi kualitas panas dan dingin dalam sifat obat akan keluar sebagai hasil dekomposisi dalam tubuh.

Komponen aktif komponen alami yang panas akan segera bereaksi. Akan tersebar melalui jaringan secara efektif. Konstituen panas bereaksi sebelum konstituen dingin dan membersihkan hambatan dalam saluransaluran kecil pada bagian tubuh dan memperlancar penyebaran konstituen dingin. Kemudian, unsur dingin itu datang dan mulai berfungsi menjalankan fungsinya.

Dalam risalah kedokteran berbahasa Arab, peninggalan era keemasan Islam, disebutkan bahwa semua jenis pembengkakan seperti kutil atau benjolan telah menyebabkan gangguan pada saluran. Sedangkan kanker digambarkan sebagai massa yang keras. Diidentifikasi sebagai pembengkakan yang keras, kanker berkembang dari kecil kemudian menjadi besar ditambah dengan rasa sakit.

Mengutip catatan Ibnu Sina dalam Canon of Medicine, Prof Nil Sari mengungkapkan, tumor atau kanker, bila di biarkan akan semakin bertambah ukurannya. Sehingga kanker itu akan menyebar dan merusak. Akarnya dapat menyusup di antara elemen jaringan tubuh. Prof Nil Sari menemukan gambaran serupa tentang kanker dalam manuskrip pengobatan di era Usmani.

Menurut Ibnu Sina, tumor digolongkan menjadi dua, yakni tumor panas dan dingin. Tumor yang berwarna dan terasa hangat saat disentuh biasanya disebut tumor panas, sementara tumor yang tidak berwarna dan terasa hangat disebut tumor dingin. Ibnu Sina menyebut kanker sebagai bentuk tumor yang berada di antara tumor dingin.

Khasiat Hindiba diteliti Prof Prof Nil Sari dengan menyajikan data yang mendalam mengenai latar belakang teori percobaan invivo dan invitro dengan sari herbal dari Turki. Ia memulai dari filsafat Turki Usmani, yang berakar dari pengobatan Islam. Dalam karyanya ini, disebutkan bahwa obat Cichorium intybus L dan Crocus sativus L diidentifikasi sebagai alternatif tanaman yang identik satu sama lain yang merupakan komponen aktif untuk pengobatan kanker.

Prof Nil Sari dan rekannya Dr Hanzade Dogan mencampurkan C intybus L dan kunyit (saffron) dari Safranbolu, seperti yang dijelaskan teks pengobatan lama. Yang lebih menarik adalah hasil penelitian laboratorium kami yang menunjuk kan bahwa dari ekstrak C intybus L yang ditemukan menjadi paling aktif pada kanker usus besar, ujar Prof Nil Sari.

Menurut dia, Hindiba terbukti sangat efektif mengobati kanker. Sayangnya, kata dia, pada zaman dahulu, Hindiba lebih banyak disarankan sebagai obat untuk perawatan tumor. Hal itu terungkap dalam kitab Ibnu al-Baitar. Menurut al-Baitar, jika ramuan Hindiba dipanaskan, dan busanya diambil dan disaring kemudian diminum akan bermanfaat untuk menyembuhkan tumor.

Pakar pengobatan di era Kesultanan Turki Usmani, Mehmed Mumin, mengung kapkan bahwa Hindiba bisa meng obati tumor dalam organ internal. Namun, lebih sering dianjurkan untuk perawatan tumor pada tenggorokan. Jika kayu ma nis di campurkan pada jus Hindiba (khu sus yang diolah dengan baik) dapat digunakan un tuk obat kumurkumur serta ber manfaat pula untuk perawatan tumor, sakit dan radang tenggorokan.

Al-Baitar: Sang Penemu Hindiba

Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi, itulah nama lengkap ilmuwan Muslim legendaris yang biasa dipanggil al-Baitar. Ia adalah seorang ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada era kejayaan Islam. Terlahir pada akhir abad ke-12 M di kota Malaga (Spanyol), Ibnu Al-Baitar menghabiskan masa kecilnya di tanah Andalusia tersebut.

Minatnya pada tumbuh-tumbuhan sudah tertanah semenjak kecil. Beranjak dewasa, dia pun belajar banyak mengenai ilmu botani kepada Abu al-Abbas al-Nabati yang pada masa itu merupakan ahli botani terkemuka. Dari sinilah, al-Baitar pun lantas banyak berkelana untuk mengumpulkan beraneka ragam jenis tumbuhan.

Tahun 1219 dia meninggalkan Spanyol untuk sebuah ekspedisi mencari ragam tumbuhan. Bersama beberapa pembantunya, al-Baitar menyusuri sepanjang pantai utara Afrika dan Asia Timur Jauh. Tidak diketahui apakah jalan darat atau laut yang dilalui, namun lokasi utama yang pernah disinggahi antara lain Bugia, Qastantunia (Konstantinopel), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia. Setelah tahun 1224 al-Baitar bekerja untuk al-Kamil, gubernur Mesir, dan di percaya menjadi kepala ahli tanaman obat.

Tahun 1227, al-Kamil meluaskan kekuasaannya hingga Damaskus dan al-Baitar selalu menyertainya di setiap perjalanan. Ini sekaligus dimanfaatkan untuk banyak mengumpulkan tumbuhan. Ketika tinggal beberapa tahun di Suriah, Al-Baitar berkesempatan mengadakan penelitian tumbuhan di area yang sangat luas, termasuk Saudi Arabia dan Palestina, di mana dia sanggup mengumpul kan tanaman dari sejumlah lokasi di sana. Sumbangsih utama Al-Baitar adalah Kitab al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada.

Buku ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan hingga abad ke-16. Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tumbuhan obat dan sayur mayur termasuk 200 tumbuhan yang sebelumnya tidak diketahui jenisnya. Kitab tersebut pun dirujuk oleh 150 penulis, kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan Yunani sebelum diterjemahkan ke bahasa Latin serta dipublikasikan tahun 1758. Karya fenomenal kedua Al-Baitar adalah Kitab al-Mughni fi al-Adwiya al-Mufradayakni ensiklopedia obat-obatan.

Obat bius masuk dalam daftar obat terapetik. Ditambah pula dengan 20 bab tentang beragam khasiat tanaman yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada masalah pembedahan yang dibahas dalam kitab ini, Al-Baitar banyak dikutip sebagai ahli bedah Muslim ternama, Abul Qasim Zahrawi. Selain bahasa Arab, Baitar pun kerap memberikan nama Latin dan Yunani kepada tumbuhan, serta memberikan transfer pengetahuan.

Kontribusi Al-Baitar tersebut merupakan hasil observasi, penelitian serta peng klasifikasian selama bertahun-tahun. Dan karyanya tersebut di kemudian hari amat mempengaruhi perkembang an ilmu botani dan kedokteran baik di Eropa maupun Asia. Meski karyanya yang lain K itab Al-Jamibaru diterjemahkan dan dipublikasikan ke dalam bahasa asing, namun banyak ilmuwan telah lama mempelajari bahasan-bahas an dalam kitab ini dan memanfaatkannya bagi kepentingan umat manusia.

SELAMAT JALAN SAHABATKU

Hari ini, seorang sahabat memberitahu ku
Ternyata sahabat seperjuangananku melawan CA Mamae
telah pergi untuk tidak kembali
2 tahun sudah kami bercengkrama dan berkasih sayang tanpa bersua
Saling bertegur sapa dalam canda yang hanya dimengerti oleh kami
Para penyintas kanker
Saling menyingatkan dan mengejek dalam keharuan dan kepasrahan
Di dadanya ada seribu cinta bermekaran yang tidak pernah habis tuk di bagikan tuk para sahabatnya
Aku salah satu orang yang menerima cintanya dalam bahasa kami yang mendalam

Sahabatku…..nama depan kita sama, penyakit kita sama
Tapi rupanya Alloh lebih menyanyangimu
kini senyummu abadi melayang- layang rebah di sebuah kubur tanah merah
Sepi itu sekarang milikmu, sebab kelak juga ia akan menjadi milik ku.
Maka tenanglah di rerimbunan rindang kamboja. Di hening lipatan jiwa

Cerita dunia telah selesai engkau mainkan dengan baik
tanpa cela dusta pura-pura
Tidurlah dengan nyenyak sahabatku.
Ku iringi kepergianmu dengan doa tulusku
Walau pasti rasa kangen ku padamu tak terbalaskan
Embun hati membasahi hijau rumputan
pasti kita pun akan bertemu di gerbang ke abadian

HAPPY 7TH ANNIVERSARY

Sayangku……..

Tak terasa dah 7 tahun kita

mengayuh perahu ke 7 samudera

tanpa lelah kita berjalan

menghitung masa silam

dan mereka-reka masa depan

semuanya sudah kita lalui bersama

Tahun ini…..
Kata2 ku berguguran
asaku berhamburan sudah
tak ada lain yang kupinta
Kuingin kau hadir
Tdk berupa bayang lagi
Aku ingin
Bersandar dibahumu

karena…..

Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha.

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,

Yang punya cita-cita menjadi Sholehah….

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok

berhati-hatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan,
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana,
Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Rasullulah,
Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh…Amin.

Sudah lama rasanya kita tak bersua…dalam raga

Hanya tulisan dan suara mu yg dpt ku rangkul dlm asa

hati ini masih rindu seperti biasanya

rindu akan dirimu, masih sama

saat aku mencintaimu untuk pertama kali

saat engkau mengecup keningku

dan saat aku cium punggung tanganmu

ingatanku mengurai waktu…

senyumku mengembang tanpa sadar

hatiku berdebar, menggetarkan namamu

sama seperti dulu, kala cintaku berlabuh padamu

masih ku simpan rapi semua itu…

dan kan ku putar kembali memori itu

saat aku rindu padamu

saat ku marah padamu

saat ku jengkel padamu

agar pupus semua itu, berganti dengan rindu

rinduku padamu, sang penjaga jiwaku, penjaga hatiku

maaf bila dalam perjalanan ini

ada air mata yg menetes

ada amarah yg terbakar

ada emosi yg terbuang…

maafkan aku, aku bukanlah sosok sempurna

aku hanya mencintaimu apa adanya…

sama seperti dulu, hingga kini

sifat tulusmu

sabarnya hatimu

terpancar dengan jelas

saat ku pandangi

foto-foto mu di album kenangan kita

Suamiku, belahan jiwaku

tak sabar hati ini bertemu dirimu

sampai dalam mimpi pun seakan kau hadir membelaiku

kudekap erat dirimu dalam rinduku

akan kuciumi semua asaku tuk habiskan kangenku

Di hari MILADmu…

Telah ku bungkus kado tukmu

Dan kuletakkan sejuta asa serta sejuta ciuman hangatku

Dan telah ku delivery kadoku melalui kotak inboxmu

tak lupa kuselipkan foto kenangan kita menjelang hari keberangkatanmu

dan nanti…

apabila dirimu harus pergi lagi..

tolong jaga rasa cintaku…

untuk menjaga hati ini…

hingga nanti engkau kembali lagi…

Hampir 8 tahun kita mlangkah bersama

bagiku kecantikanmu ttp sama

seperti pertama kali ku melihatmu …

rasa sayangku semakin dalam

rasa cintaku makin menggunung

jgn biarkan rongga hatimu menganga
selimutilah dengan cinta
dan cinta itu hanya untukku
jangan pernah cinta itu membias

dan terbawa oleh angin malam

jagalah cinta itu

Seribu pesan
seribu ciuman kangen
seribu pelukan hangat kerinduan
akan datang bersama datangnya embun pagi
semua itu buat
wanita pujaan hati
belahan jiwaku

Met milad istriku tercinta
smoga Allah memberikan umur panjang
diberikan kesembuhan
dimudahkan rezeki
dan kita selalu bersama dalam kebahagiaan